RINDU…

Rindu…

iya, aku rindu dengan masa – masa itu !

masa dimana aku melakukan hal – hal yang membuatku bahagia. sehingga kau tidak membiarkanku walaupun sedetik untuk cemberut, kesal, marah , berteriak sekalipun itu menangis .Dan kau pula yang selalu menenangkan dan mengajarkan, untuk membuatku tegar, kuat, percaya diri dan kau pula yang selalu mempertahankan senyuman ini.

iya, aku rindu dengan masa – masa itu !

masa dimana aku berbagi keluh kesah denganmu, masa dimana aku membutuhkan pertolonganmu dan masa dimanaaku merasakan kasih sayang yang sebenarnya darimu.

iya, aku rindu dengan masa – masa itu !

masa dimana aku diperhatikan olehmu, masa dimana aku tertawa bersamamu, masa dimana aku berjuang dengan mu dan masa dimana aku menjadi kebanggaanmu.

iya ! aku rindu semua itu !!

aku rindu denganmu ,

aku rindu kepadamu yang mendidik dan mengajarkanku arti sebuah kehidupan yang sebenarnya bu !

 

 

 

Iklan

harta dan jasa

untukmu dunia …

 

“Dijaman modern ini banyak sekali perubahan – perubahan yang sangat melonjak drastis, contohnya seperti, perubahan teknologi dari jaman ke jaman selalu ada perubahan yang lebih canggih, perubahan gaya hidup mulai dari style dan lingkungan kehidupan masyarakat pun berubah”.

Dijaman saat ini manusia mayoritas lebih fokus mengejar gaya hidup (style) dengan cara apapun, karena ia berambisi untuk mendapatkan materi, karena dengan materi ia bisa melakukan apa saja.

Pada jaman ini pula orang yang berjasa kalah dengan orang yang berharta, mengapa demikian ? karena orang yang berharta ia bisa melakukan apa saja dengan beranggapan “bahwa saya mempunyai materi, dan apa yang tidak bisa dibeli oleh materi (harta)”,

Orang yang berjasa ia mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang ia miliki murni, sehingga dalam ia meraih sebuah materi ia lakukan dengan cara perlahan – lahan, dan penuh kesabaran, ia melakukan dengan ikhlas dan penuh ketulusan ,karena orang yang berjasa ia tau arti kesuksesan dan orang yang berjasa ia selalu menghargai sebuah proses dibandingkan hasil.

Perbandingan untuk jaman saat ini orang  yang berharta lebih dimuliakan dibandingkan orang yang berjasa, walaupun banyak sekali kekurangan dalam orang yang berharta hanya saja ia dilindungi dengan sebuah materi (harta), namun orang yang berjasa ia hanya dipandang sebelah mata , sehingga tanpa disadari ia mempunyai kemampuan yang luar biasa yang hanya saja ia tidak mengumbar kemampuannya ,

Karena orang yang berjasa ia bekerja dengan jasanya sehingga ia mendapatkan imbalan dari hasil jasanya, sedangkan harta ia bekerja sesuai keinginannya tanpa ia mengeluarkan jasanya ( kemampuannya) dan ia melemparkan tanggung jawabnya kepada orang lain, sehingga setelah muncul hasil maka ia akan mengatas namakan bahwa itu berkat jasanya , dan sebagai imbalannya ia mendapatkan sebuah imbalan yang sesungguhnya bukan haknya.

Seperti itulah jaman sekarang dimana orang yang berharta seperti raja dan putri di agungkan, layaknya dihormati, dan orang yang berharta pula ia bisa semena – mena terhadap orang lain karena tempat berlindungnya mereka hanyalah harta.

Berbanding terbalik dengan jasa ia hanya orang yang memperhatikan, terdiam, mendengar, menilai, dan tersenyum, tanpa mengumbar kemampuan ia hanya senang menghargai, dan bersabar karena orang yang berjasa lebih mengerti dan orang yang mengerti ia akan selalu tersenyum dan lebih baik diam didalam pemahamannya, karena tempat berlindungnya jasa ia adalah pengetahuan, kemampuan, dan ilmunya yang ia miliki.

 

“Bekerjalah sesuai dengan kemampuan yang kita miliki tanpa harus berambisi mengejar hasil, karena hasil tidak lebih berharga dibandingkan proses”.

 

 

Rasa yang menyusup spontan

      hari – demi hari berlalu dengan cepat, semenjak kejadian yang menimpa diriku yang tak pernah bisa dilupakan seumur hidup ku pada saat aku ditinggalkan oleh seseorang yang sangat berharga dan berarti bagiku ia bagaikan sesosok wanita yang sangat aku sayangi dan cintai lebih dari apapun namun Allah Swt telah mengambilnya dariku, waktu yang sangat singkat untuk kebersamaan aku dengannya, namun aku selalu berdoa agar ia ditempatkan disisi Allah Swt ,

      kejadian itu pun berlalu, lambat laun aku memulai segala aktivitasku, hari demi hari telah terlewati, namun ada hal yang membuatku bertanya kepada diriku, dari ketiga sahabat / bisa dibilang sebagai kakak – kakak ku yang sangat dekat denganku, melainkan ia sebagai pelindungku didunia tempatku bekerja,

      diantara ketiga sahabatku tersebut, ada satu orang yang membuat perasaanku bertanya tanya, ia memberikan perhatian kepadaku yang tidak seperti biasanya, seperti bercanda namun menyisipkan kata – kata yang layaknya dilontarkan kepada sepasang kekasih, berbincang – bincang dan mengelus kepalaku, selalu memperhatikanku dalam diam, dan juga ia selalu berkomunikasi tiap waktu namun dalam sebuah pesan singkat melalui via WhatsApp ia selalu memberikan perhatian yang tidak seharusnya dilakukan oleh kedua orang yang layaknya bukan sepasang kekasih.

     namun aku mengetahuinya bahwa ia memiliki seorang kekasih, namun aku masih bertanya tanya dengan sikap yang selalu ia lakukan terhadapku, entah itu hanya perhatian yang layaknya diberikan seorang kakak kepada adiknya ataukah lebih dari itu? jika ia menganggapku seorang adik lantas apa yang dimaksud dengan kedatangan keluarganya kepada keluargaku? yang berisikan sebuah pernyataan untuk menjalin sebuah hubungan rumah tangga, seketika aku tercengang mendengar dan mengingatnya, namun disisi lain aku ingin memastikan apa yang dimaksud kedatangan keluarganya kepada keluargaku.

    aku hanya diam dan merenung sendiri memikirkan hal itu, aku sama sekali tidak mempunyai sebuah perasaan yang lebih dari sebatas kakak kepadanya, namun aku merasakan hal yang beda dari biasanya, dan entah mengapa ia selalu memberikan perhatian yang sama terhadapku melainkan perhatian yang lebih sekalipun itu dihadapan kekasihnya. dan entah apa yang aku rasakan ketika berada didekatnya aku merasa nyaman dan aman namun ketika ia sedang berada dengan kekasihnya aku merasa sakit dan marah, meskipun terbesit dalam benakku “ memangnya siapa aku? aku bukan siapa -siapanya dia, melainkan aku hanya sahabat yang ia anggap sebagai adiknya saja!” ujarku dalam hati, namun apa boleh buat perasaan tetaplah perasaan mau itu ditahan sekuat tenaga ataupun dihalangi oleh hal yang tak terlihatpun tetap saja itu adalah perasaan .

      dan saat ini aku hanya bisa memendam tanpa bicara, hanya bisa memperhatikan dalam diam, dan merasakan apa yang aku rasakan, dan ternyata sekarang aku mengetahuinya “bahwa perasaan itu spontan tanpa kita sadari , tanpa kita rencanakan, dan tanpa kita urutkan, karena perasaan itu tulus “.